Universitas Indo Global Mandiri (IGM) berpartisipasi dalam Seminar dan Rapat Kerja Tahunan KAPSIPI–ADIPSI 2026 di Aula Zamhir Islamie, Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Cilandak, Jakarta, Selasa (20/10).
Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Indo Global Mandiri (IGM) Palembang, Dwiki Adi Putra, S.A.P., M.Si., mengatakan, kegiatan ini mempertemukan pengelola prodi dari seluruh Indonesia untuk saling belajar dan bertukar pengalaman.

Ia menjelasan, kegiatan yang digagas oleh Kesatuan Program Studi Ilmu Pemerintahan Indonesia (KAPSIPI) dan Asosiasi Dosen Ilmu Pemerintahan Seluruh Indonesia (ADIPSI) itu mengangkat tema “Innovative Governance and Artificial Intelligence in Public Sector”. Seminar membahas inovasi tata kelola pemerintahan serta pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) di sektor publik. “Perguruan tinggi harus siap mencetak lulusan yang akrab dengan teknologi dan paham tantangan pemerintahan modern,” ujarnya.
Selain seminar, rangkaian acara memuat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara perguruan tinggi dengan KAPSIPI dan ADIPSI, pembentukan asosiasi profesi di bawah KAPSIPI, serta sosialisasi kriteria untuk meraih predikat unggul dalam akreditasi LAMSPAK.
“Kriteria akreditasi unggul perlu dipahami sejak awal supaya persiapan kami terarah,” kata dia.
Bagi Prodi Ilmu Pemerintahan UIGM, lanjutnya, hasil forum tersebut akan menjadi bahan pengembangan. Fokusnya meliputi penguatan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), peningkatan kualitas pembelajaran, pengembangan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, peningkatan kompetensi dosen, serta kerja sama dengan pemangku kepentingan.
“Semua aspek itu harus bergerak bersama, tidak bisa dikerjakan sepotong-sepotong,” ujarnya.

Ia menegaskan, peningkatan mutu prodi membutuhkan komitmen berkelanjutan, kolaborasi antarlembaga, dan kesiapan beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. “Keikutsertaan dalam forum nasional seperti ini memperluas wawasan dan jejaring akademik. Hasilnya kami harapkan menjadi referensi untuk memperkuat kualitas akademik dan kelembagaan menuju prodi unggul,” pungkasnya. (andhiko ta)






